السلام عليكم ورحمة الله وبر كة Ikhwah fillah | Members area : Register | Sign in
Contact Us | SiteMap | Privacy Policy
بِسْــــــــــــــــمِ االرَّحْمَنِ الرَّحِيـــــــــــــــمِ
Belajar Islam Sesuai Al-Quran dan As-Sunnah Dengan Pemahaman Salafussalih
Home » » Adab-Adab Puasa

Adab-Adab Puasa

Rabu, 26 Juni 2013

بســــــــــــــــم الله الرحمن الرحيـــــــــــــــم





Dianjurkan bagi orang yang berpuasa untuk memperhatikan beberapa adab berikut ini:

a. Makan Sahur.

Diriwayatkan dari Anas radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Artinya: “Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah.” [Muttafaq 'alaihi: Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari IV/139, no. 1923), Shahiih Muslim (II/770, no. 1095), Sunan at-Tirmidzi (II/106, no. 703), Sunan an-Nasa-i (IV/141), Sunan Ibni Majah (I/540, no. 1692).]

Dan telah terhitung makan sahur walaupun hanya dengan seteguk air, berdasarkan hadits ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Artinya: “Makan sahurlah kalian meski hanya dengan seteguk air.” [Shahih: (Shahiih al-Jaami'ish Shaghiir (no. 2945), Shahiih Ibni Hibban (no. 223, 884)]

Disunnahkan untuk mengakhirkan makan sahur, sebagaimana yang diriwayatkan dari Anas, dari Zaid bin Tsabit, dia berkata, “Kami pernah makan sahur bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, setelah itu beliau langsung berangkat shalat. Aku bertanya, “Berapa lama jarak antara adzan dan sahur itu?” Dia menjawab, “Kira-kira sama seperti bacaan 50 ayat.” [Muttafaq 'alaihi: Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari IV/138, no. 1921), Shahiih Muslim (II/771, no. 1097), Sunan at-Tirmidzi (II/104, no. 699), Sunan an-Nasa-i (IV/143), Sunan Ibni Majah (I/540, no. 1694).]

Jika adzan telah terdengar dan makanan atau minuman masih di tangannya maka boleh ia memakan atau meminumnya, berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Artinya: “Barangsiapa di antara kalian yang mendengar adzan (Shubuh) dan bejana (makanan) masih di tangannya, maka janganlah ia menaruhnya sebelum ia menyelesaikan makannya.” [Shahih: (Shahiih al-Jaami'ish Shaghiir (no. 607)), Sunan Abi Dawud (VI/475, no. 2333), Mustadrak al-Hakim (I/426)]

b. Menahan diri dari pembicaraan yang tidak bermanfaat dan kata-kata kotor, atau yang semisal dengannya dari hal-hal yang bertentangan dengan tujuan puasa.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Artinya: “Jika pada hari salah seorang diantara kalian berpuasa maka janganlah ia mengucapkan kata-kata kotor, membuat kegaduhan dan tidak juga melakukan perbuatan orang-orang bodoh. Dan jika ada orang yang mencacinya atau menyerangnya, maka hendaklah ia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’” [Penggalan dari hadits: "Setiap amal anak Adam adalah untuknya sendiri...". HR. Al-Bukhari no. 1771 dan Muslim no. 1151]

Juga diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Artinya: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan mengerjakannya, maka Allah tidak memerlukan orang itu untuk meninggalkan makanan dan minuman (puasanya).” [Shahih: (Mukhtashar Shahiih al-Bukhari (no. 921)), Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (IV/116, no. 1903), Sunan Abi Dawud (VI/488, no. 2345), Sunan at-Tirmidzi (II/105, no. 702).]

c. Sifat dermawan dan memperbanyak bacaan Al-Qur-an.

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, dia berkata, “Sesungguhnya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling pemurah dalam kebaikan dan beliau akan lebih dermawan (dari hari-hari biasanya) pada bulan Ramadhan, ketika Jibril menemuinya dan adalah Jibril selalu datang menemuinya setiap malam dari malam-malam bulan Ramadhan hingga Ramadhan selesai, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam membacakan Al-Qur-an kepada Jibril. Dan di saat ia bertemu Jibril beliau lebih pemurah (lembut) dari angin yang berhembus dengan lembut.” [Muttafaq 'alaihi: Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari I/30, no. 6), Shahiih Muslim (IV/1803, no. 2308)]

d. Menyegerakan berbuka (ta’jil)

Diriwayatkan dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Artinya: “Umat manusia akan tetap baik selama mereka menyegerakan berbuka puasa.” [Muttafaq 'alaihi: Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari IV/198, no. 1957), Shahiih Muslim (II/771, no. 1098), Sunan at-Tirmidzi (II/103, no. 695).]

e. Berbuka puasa dengan apa yang mudah didapatkan baginya dari hal-hal tersebut dalam hadits berikut

Diriwayatkan dari Anas, dia berkata, “Nabi biasa berbuka dengan ruthab (kurma segar) sebelum mengerjakan shalat. Jika beliau tidak mendapatkan ruthab, maka beliau berbuka dengan beberapa buah tamr (kurma masak yang sudah lama dipetik) dan jika tidak mendapatkan tamr, maka beliau meminum air.” [Hasan shahih: (Shahiih Sunan Abi Dawud (no. 2065), Sunan Abi Dawud (VI/481, no. 2339), Sunan at-Tirmidzi (II/102, no. 692)]

f. Berdo’a ketika berbuka puasa dengan do’a yang terdapat dalam hadits berikut ini

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Bahwasanya Rasulullah shalallhu ‘alaihi wa sallam jika berbuka puasa selalu membaca:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

“Dzahabadh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (artinya: Telah hilang rasa haus dan telah basah urat-urat, serta telah ditetapkan pahala, insya Allah).” [Hasan: Shahiih Sunan Abi Dawud (no. 2066), Sunan Abi Dawud (no. 2340)]

(http://catatan.azzahrah.com/)

Sumber: Rujukan: Panduan Fiqih Lengkap Jilid 2, ‘Abdul ‘Azhim bin Badawi al-Khalafi, Pustaka Ibnu Katsir, hal 67-71





Jika Anda menyukai Artikel Saya,Silahkan Coppy Paste, Dengan Meyertakan Link Berikut


Di Posting Oleh : ahmad ibnu~Sarana Belajar Islam~Temukan Saya Di FB!

Artikel Adab-Adab Puasa ini diposting oleh ahmad ibnu pada hari Rabu, 26 Juni 2013. Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Kritik dan saran dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar. Semoga Artikel Adab-Adab Puasa ini bermanfaat.

No Responses to "Adab-Adab Puasa"

Poskan Komentar

“Tidak ada kebaikan dalam hidup ini kecuali salah satu dari dua orang:
1. Orang yang diam namun berpikir atau
2. Orang yang berbicara dengan ilmu.”
[Abu ad-Darda’ Radhiallohu 'anhu]